Kamis, 17 November 2016

Menuju PAUD Inklusi, part 1

Dewasa ini banyak tantangan-tantangan dalam penyelenggaraan lembaga PAUD, dari masalah teknis maupun praktek. Tantangan-tantangan itu menuntut lembaga PAUD baik pengelola maupun pendidik harus terus memperbaiki pelayanan bagi anak didik tanpa terkecuali. Baik kondisi anak didik tersebut normal maupun anak berkebutuhan khusus (ABK). Maka disinilah dibutuhkan PAUD yang menyelenggarakan inklusi. 

Jadi apakah yang dimaksud dengan pendidikan inklusi ? jika menurut Sapon-Shevin dalam O'Neil (1994/1995) didefinisikan sebagai sebuah layanan pendidikan khusus dimana ABK dapat dilayani di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya. Hal ini sangatlah penting karena selama ini di masyarakat kita melihat bahwa ABK adalah anak yang berbeda dan ternyata menimbulkan banyak hal-hal yang negatif diantaranya anak yang berkebutuhan khusus menjadi minder sekaligus orang tuanya juga mempunyai perasaan malu. Nah disinilah pentingnya pendidikan inklusi.

Landasan diadakannya pendidikan inklusi diantaranya adalah UUD 1945 pasal 31 " Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan", UU No. 20 tahun 2003 pasal 5 "Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu " dan masih banyak lagi landasan dari diselenggarakannya pendidikan inklusi. 

Kenapa harus diselenggarakan pendidikan inklusi di PAUD ? PAUD adalah lembaga yang diperuntukkan bagi anak dari umur 0 - 6 tahun, dimana masa itu adalah masa keemasan (golden age) mereka. Dari sinilah mereka sangat mudah merekam segala sesuatu yang dilihat, didengar maupun dirasakan. Dengan bersosialisasi bersama anak berkebutuhan khusus, mereka bisa belajar bagaimana cara berempati. Tak lupa ABK pun juga bisa percaya diri dengan bersosialisasi bersama teman-teman normal seusianya, mereka juga bisa mengembangkan imajinasinya.

Jika kita pikirkan dan rasakan pastinya sulit menyelenggarakan pendidikan yang inklusi pada ABK. Tapi ada langkah awal yang sangat penting yang bisa memudahkan jalan kita !!!.... bersambung



Read More

Selasa, 15 November 2016

Outing Class ke Gembira Loka Zoo

Selasa, 15 November 2016 sekelompok anak kecil berlarian di sebuah taman yang luas nan asri. Berlokasi di tengah kota Jogja yaitu tepatnya di Gembira Loka Zoo mereka sangat antusias melihat berbagai macam binatang. Mereka adalah anak-anak dari KB Salsabila Darussalam Kotagede yang mengikuti kegitan outing class dengan tema "Binatang". Kegiatan ini merupakan program baru pada tahun ajaran 2016/2017. Dengan diadakan kegiatan ini bertujuan supaya anak-anak bisa bersosialisasi dengan lingkungan di sekitar.

Disertai orang tua, mereka sangat  antusias mengikuti kegiatan ini. Meskipun masih ada beberapa anak yang masih bergelayutan di samping orang tua, membuat kami sebagai guru diuji kesabaran, keuletan dan sifat keibuan. Banyak nilai positif yang bisa diambil dalam kegiatan ini diantaranya adalah menghindari kejenuhan. Selama 6 hari mereka belajar dan bermain di kelas, bertemu dengan orang yang sama, lingkungan yang sama mengakibatkan kejenuhan yang pada akhirnya akan membuat anak-anak malas pergi ke sekolah. Keuntungan lain yang bisa didapat dari outing class adalah menanamkan jiwa kebersamaan diantara siswa dan orang tua. Tidak hanya itu kegiatan ini juga memberikan manfaat pada jiwa anak, dengan mengikuti kegiatan ini jiwa sosial anak akan tumbuh. Anak yang bisa bersosialisasi dengan lingkungan luar adalah anak yang berjiwa sehat. Dengan berada di lingkungan luar anak-anak akan belajar bagaimana mereka berinteraksi dengan baik. Keuntungan lainnya adalah meningkatkan kreatifitas guru karena program outing class menjadi jembatan antara materi dipelajari di dalam kelas dengan aplikasi di lapangan.

Dengan persiapan dan perencanaan yang matang outing class akan menghasilkan manfaat yang optimal.

Dalam kegiatan-kegiatan seperti ini selain keterampilan membagi anak dalam kelompok-kelompok kecil, kesabaran dan sifat keibuan dari seorang guru akan diuji. Tidak semua anak yang ikut dalam kegiatan ini mengikutinya dengan tenang. Teriakan dan tangisan anak-anak menjadi nuansa tersendiri

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yonssum/bermanfaatkah-outing-class-bagi-anak-tk_5528378ef17e613b2b8b4590
Dalam kegiatan-kegiatan seperti ini selain keterampilan membagi anak dalam kelompok-kelompok kecil, kesabaran dan sifat keibuan dari seorang guru akan diuji. Tidak semua anak yang ikut dalam kegiatan ini mengikutinya dengan tenang. Teriakan dan tangisan anak-anak menjadi nuansa tersendiri

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/yonssum/bermanfaatkah-outing-class-bagi-anak-tk_5528378ef17e613b2b8b4590
Read More

Kamis, 10 November 2016

kegiatan sentra seni

kegiatan sentra ini dilaksanakan pada hari kamis, 10 November 2016. kegiatan ini berisi tentang seni motorik halus seperti melipat, menempel, menggunting, menganyam dan menebalkan. hari ini temanya yaitu tanaman, dengan kegiatan kolase gambar pohon dengan kulit salak, menstampel potongan belimbing dan membuat buah rambutan dari plastisin. kegiatan ini bertujuan mrngrnalkan macam-macam buah.
Read More